Di bulan Ramadhan tahun ini kebutuhan harga- harga bahan kebutuhan pokok mulai meroket, seperti beras yang semula per kilo minimal berharga Rp 7000,00 kini malah meroket menjadi minimal Rp 9000,00 per kilo. Parahnya hal ini terjadi di Bulan Ramadhan dimana banyak kebutuhan masyarakat yang melonjak drastis.
Banyak masyarakat mengeluh, bahkan mungkin kita termasuk diantaranya. Ya, barang kebutuhan memang selalu naik tiap tahun, dan kemungkinan kecil akan turun. Namun, apa penyebabnya?
Pertama,karena naiknya permintaan terhadap barang dan jasa. Kita lihat jumlah penduduk tiap tahun akan bertambah dan kebutuhan terhadap barang dan jasa pun bertambah. Nah, percepatan pertambahan penduduk tidak seimbang dengan produksi barang dan jasa. Maka permintaan melonjak sementara barang terbatas di pasaran. Factor lain yang membuat harga barang naik, adalah biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu barang.
Kenaikan harga yang dinamakan inflasi memang selalu terjadi di Indonesia. Beban kenaikan harga inilah yang membuat beban hidup bertambah berat. Karena itu kita harus waspada terhadap inflasi yang biasa terjadi setiap saat dan pastinya terjadi setiap tahun. Contohnya, tabungan yang dipersiapkan ternyata jumlahnya tidak cukup karena nilai rupiah yang menyusut. Atau uang pensiun yang dipersiapkan ternyata tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari.
Ini adalah kenyataan yang kita hadapi setiap harinya. Nah, pertanyaannya adakah kiat untuk mengantisipasi kenaikan harga barang yang terjadi setiap saat? Ada baiknya Anda mengikuti tips di bawah ini.
• Membuat anggaran keluarga sesuai kebutuhan dan kemampuan, memiliki anggaran bulanan membuat belanja bulanan lebih terkendali dan terencana.
• Membuat rencana kebutuhan yang matang untuk jangka panjang, untuk mengantisipasi kenaikan harga kita butuh dengan mempertimbangkan tingkat inflasi di masa depan.
• Lakukan investasi pada produk yang bisa mengimbangi inflasi, berinvestasilah pada produk anti inflasi seperti emas, koin emas, dan reksadana, caranya dengan menyetor sejumlah dana kepada manajer investasi.
• Mencari penghasilan tambahan, cara ini memang lebih sulit dari pada menekan pengeluaran. Tapi sangat bagus untuk perencanaan masa depan.
• Berbelanja dengan bijak.

